Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2014

KONSEP DASAR MEDIS BURSITIS

BAB I
KONSEP DASAR MEDIS BURSITIS
1.1  Definisi

            Bursitis adalah peradangan pada bursa (kantong datar yang mengandung cairan sinovial) sendi yang disertai rasa nyeri. Bursa tersebut yang memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi dan mengurangi gesekan. Bursa terletak pada sisi yang mengalami gesekan, terutama di tempat tendon atau otot melewati tulang . Dalam keadaan normal , sebuah bursa mengandung sangat sedikit cairan. Namun jika terluka , bursa akan meradang dan terisi oleh banyak cairan.

1.2  Etiologi

Penyebab bursitis sering kali tidak diketahui, tetapi dapat disebabkan oleh :
a.       Penggunaan sebagian anggota tubuh yang berlebihan selama bertahun-tahun.
b.      Cedera
c.       Penyakit Gout
d.      Pseudogout
e.       Atritis rematoid dan infeksi








1.3  Patofisiologi


1.4  Klasifikasi
1.      Bursitis akut disebabkan oleh  suatu infeksi atau gout menyebabkan nyeri luar biasa, daerah yang terkena tampak kemerahan dan jika diraba terasa hangat.
2.      Bursitis kronis merupakan akibat dari serangan bursitis akut sebelumnya atau karena cedera yang berulang.
1.5  Manifestasi Klinis
a.       Bursitis akut :
1.      Nyeri di daerah bursa ( nyeri biala di gerakkan dan disentuh ).
2.      Kemerahan.
3.      Bengkak ( edema).
4.      Teraba hangat.
b.      Bursitis Koronis :
1.      Cedera yang berulang.
2.      Nyeri menahun.
3.      Keterbatasan pergerakan.
4.      Atrofi otot
5.      Otot lemah

1.6  Penatalaksanaan
a.       Berikan kompres dingin pada fase akut, untuk menekan rasa tidak nyaman dan nyeri.
b.      Hindarkan dari panas, karena dapat meningkatkan produk cairan pada bursa saat fase peradangan.
c.       Berikan obat-obatan anti radang sesuai indikasi (obat peradangan non steroid : indimetasin, ibu profen, naproksen dan kortikosteroid : prednison) .
d.      Adrenokortikosteroid dapat disuntikkan kedalam bursa sesuai indikasi.
e.       Pembedahan dapat dilakukan bila ada indikasi ( massa kalsium ).


                        Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan fungsi sendi. Latihan sendi bisa ,membantu mengembalikan kekuatan otot dan daya jangkau sendi. 

Kamis, 13 Desember 2012

.:: tes kesehatan super unik ::.

tes kesehatan tidak selalu harus dilakukan di laboratorium dengan peralatan yang serba rumit. Beberapa pemeriksaan bisa dilakukan tanpa alat khusus, bahkan dengan cara unik misalnya melakukan kayang untuk mendeteksi masalah punggung.

Beberapa cara unik yang bisa dilakukan sendiri sebagai pengganti tes kesehatan adalah sebagai berikut:


1. Kayang untuk mendeteksi masalah punggung

Diperkirakan 4 dari 5 orang pernah mangalami nyeri punggung minimal sekali dalam hidupnya. Penyebab terbanyak di kelompok usia 50-an tahun adalah masalah pada facet joint yang menghubungkan tiap ruas tulang belakang.

"Untuk mendeteksinya, berdiri tegak lalu lengkungkan punggung ke belakang sejauh dan serendah mungkin. Ini akan menyebabkan kondisi yang agak menyakitkan jika ada kontak antara tulang dengan tulang yang akan terasa sakit," kata Mushtaque Ishaque dari Royal Orthopaedic Hospital, Birmingham.


2. Makan jagung manis untuk mendeteksi flu perut

Pencernaan yang lambat bisa dipicu oleh berbagai kondisi seperti gastroenteritis atau disebut juga flu perut. Makan jagung manis bisa mendeteksi gangguan ini karena lapisan terluar jagung manis yang berwarna kuning tidak bisa dicerna oleh perut.

"Ukur saja waktu yang dibutuhkan sejak jagung itu dimakan hingga keluar bersama kotoran. Waktu transit selama 24-48 jam masih dianggap normal, tapi kalau 72 jam itu terlalu lambat," kata Anton Emanuel dari University College Hospital, London.


3. Naik tangga untuk periksa fungsi paru

Cara paling mudah untuk mengukur kapasitas paru-paru dalam memproses oksigen adalah dengan naik tangga selama 2 menit sambil ngobrol. Kalau ngos-ngosan sampai susah ngobrol, berarti ada masalah dengan paru misalnya ada Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK).


4. Memegang hidung untuk mengukur fungsi otak

Menguji kemampuan koordinasi gerak bisa sekaligus mendeteksi berbagai gangguan serius seperti multiple schlerosis (MS) dan risiko stroke. MS mempengaruhi otak di bagian cerebellum yang mengatur persepsi, koordinasi dan keseimbangan.

Untuk mengujinya, ajak seorang teman duduk berhadapan lalu minta teman tersebut menggerakkan jarinya di depan wajah. Tiap tangannya bergerak, sentuh jarinya lalu bergantian sentuh hidung sendiri. 

Kerusakan pada cerebellum bisa membuat permainan sederhana ini sulit dilakukan dan bakal sering meleset saat berusaha menyentuh jari teman yang bergerak-gerak.


5. Selembar kertas A-4 untuk mendeteksi hormon

Tangan yang selalu gemetar bisa menunjukkan adanya hiperaktivitas kelenjar tiroid. Kelebihan hormon tiroid membuat berbagai fungsi tubuh bekerja lebih kencang dari seharusnya.

"Untuk mendeteksinya, buka telapak tangan menghadap ke bawah lalu letakkan selembar kertas ukuran A-4 di atasnya. Kalau kertasnya goyang-goyang itu menandakan hipertiroidisme," kata Richard Ross, ahli endokrinologi dari University of Sheffield.



sumber : apakabardunia.com

Kamis, 01 November 2012

PSIKOSOSIAL

Latar Belakang

Manusia adalah makluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan tersebut disebut sehat. Sedangkan orang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan keseimbangan dirinya dan lingkungan.

Kilen masuk rumah sakit dan dirawat mengalami sters fisik dan mental baik dari diri sendiri, lingkungan, maupun keluarga.

Pada heirarki kebutuhan Maslow dinyatakan bahwa tingkat yang paling tinggi dalam kebutuhan manusia adalah tercapainya aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri diperlukan konsep diri yang sehat.

Konsep Diri

Konsep diri adalah semua perasaan, kepercayaan, dan nilai yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Konsep diri berkembang secara bertahap saat bayi melalui mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain.

Pembentukan konsep diri ini sangat tergantung dipengaruhi oleh asuhan orang tua dan lingkungannya.

Komponen Konsep Diri

1. Citra Tubuh
  • Citra tubuh adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk dan fungsi penampilan tubuh saat ini dan masa lalu.
2. Ideal Diri
  • Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standar perilaku.Ideal diri akan mewujudkan cita-cita dan harapan pribadi.
3. Harga Diri
  • Harga diri adalah penilaian terhadap hasil pencaian yang dicapai dengan menganalisis sejauh mana perilaku yang sesuai dengan ideal diri. Jika individu selau sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan cenderung harga dirinya rendah. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain.
4. Peran Diri
  • Peran diri adalah pola, perilaku nilai yang diharapkan dari seseorang berdasarkan fungsinya di dalam masyarakat.
5. Identitas Diri
  • Identitas diri adalah kesadaran akan dirinay sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesis dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri

1. Tingkat perkembangan dan kematangan
  • Perkembangan anak seperti dukungan mental, perlakuan dan pertumbuhan anak akan mempengaruhi konsep dirinya.
2. Budaya
  • Pada usia anak-anak nilai-nilai akan diadopsi dari orang tuanya, kelompoknya, dan lingkungannya. Orang tua yang bekerja seharian akan membawa anak lebih dekat pada lingkungannya.
3. Sumber eksternal dan internal
  • Kekuatan dan perkembangan pada individu sangat berpengaruh terhadap konsep diri. Pada sumber internal misalnya, orang yang humoris koping individunya lebih efektif. Sumber eksternal misalnya adanya dukungan dari masyarakat dan ekonominya kuat.
4. Pengalaman sukses dan gagal
  • Adanya kecenderungan bahwa riwayat sukses akan meningkatkan konsep diri demikian pula sebaliknya.
5. Stesor
  • Stesor dalam kehidupan misalnya perkawinan, pekerjaan baru, ujian dan ketakutan. Jika koping individu tidak adekuat maka akan menimbulkan depresi, menarik diridan kecemasan.
6. Usia, keadaan sakit dan trauma
  • Usia tua, keadaan sakit akan mempengaruhi persepsi dirinya.
Karakteristik Kepribadian yang Sehat

1. Citra tubuh positf dan akurat
  • Kesadaran akan diri berdasarkan atas observasi mandiri dan perhatian yang sesuai akan kesehatan diri. Termasuk persepsi saat ini dan masa lalu.
2. Ideal dan realitas
  • Individu mempunyai ideal diri yang realitas dan mempunyai tujuan hidup yang dapat dicapai.
3. Konsep diri yang positif
  • Konsep diri yang positif menunjukkan bahwa individu akan sesuai dalam hidupnya.
4. Harga diri tinggi
  • Seseorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Ia memandang dirinya sama dengan orang lain.
5. Kepuasan penampilan peran
  • Individu yang mempunyai kepribadian sehat akan dapat berhubungan dengan orang lain secara intim dan mendapat kepuasan. Ia dapat mempercayai da terbuka pada orang lain serta membina hubungan interdependen.
6. Identitas jelas
  • Individu merasakan keunikan dirinya yang memberi arah kehidupan dalam mencapai tujuan.
Karakteristik Konsep Diri Rendah
  1. Menghindari sentuhan atau melihat bagian tubuh tertentu
  2. Tidak mau berkaca
  3. Menghindari diskusi tentang topik dirinya
  4. Menonlak rehabilitasi
  5. Melakukan usaha sendiri dengan tidak tepat
  6. Mengingkari perubahan pada dirinya
  7. Peningkatan ketergantungan pada orang lain
  8. Tanda dari keresahan seperti marah, keputusaan dan menangis
  9. Menolak berpartisipasi dalam perawatan dirinya
  10. Tingkah laku yang merusak seperti penggunaan obat-obatan dan alkohol
  11. Menghindari kontak sosial
  12. Kurang bertanggung jawab
Faktor Resiko Gangguan Konsep Diri

1. Gangguan Identitas Diri
  • Perubahan perkembangan
  • Trauma
  • Jenis kelamin yang tidak sesuai
  • Budaya yang tidak sesuai
2. Gangguan Citra tubuh
  • Hilangnya bagian tubuh
  • Perubahan perkembangn
  • Kecacatan
3. Gangguan Harga Diri
  • Hubungan interpersonal yang tidak harmonis
  • Kegagalan perkembangan
  • Kegagalan mencapai tujuan hidup
  • Kegagalan dalam mengikuti aturan moral
4. Gangguan Peran
  • Kehilangan peran
  • Peran ganda
  • Konflik peran
  • Ketidakmampuan menampilkan peran 
Sumber
  • http://keperawatan-agung.blogspot.com/

Senin, 05 Maret 2012

Prestasi tak berdinding (praktek bhs indonesia )



Sekolahku tak berdinding
Bangunan rusak tak berarti
Meskipun begitu kami tetap berjuang
Karena sekolah adalah ajang pengembangan diri
Untuk meraih prestasi
Bukan untuk mengumbar gengsi
Meskipun fasilitas tak memadai
Kelengkapan tak ada arti
Semua hanya titipan ilahi
Kau mungkin tak mengerti
Bahwa kami bisa menunjukkan prestasi

.:: shout ::.


Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di sini